|
Judul Buku : Diary Pramugari
“Seks, Cinta dan Kehidupan”
Penulis : Agung Webe
Jumlah Halaman : 386 Halaman
Penerbit Buku : Pohon Cahaya
ISBN :
9786029713336
Siapa
bilang kehidupan pramugari itu melulu hal yang enak-enak saja. Gaji yang sangat
tinggi, gratis berkeliling dunia, hingga kehidupan sosialita yang penuh kehidupan glamor.
Nah
mari kita tinggalkan dulu sebentar tentang pemikiran itu.
Jika
anda membaca novel Diary Pramugari ( seks, cinta dan kehidupan) karya agung
webe, maka anda akan diajak berkelana
dalam kehidupan pramugari yang sesungguhnya, sederhana dan mempesona.
Novel ini berkisah tentang kehidupan
jingga seorang pramugari disalah satu maskapai penerbangan ternama di Indonesia.
Jingga dengan berbagai permasalahan hidupnya, dilecehkan saat SMA, kehidupan
keluarga yang kurang harmonis, hubungan persahabatan dengan keempat sahabatnya
yang memiliki berbagai perbedaan karakter hingga perasaan hati kepada sang
pencipta. Pada akhirnya jingga mulai mencari jawaban atas semua persoalan
hidupnya dan mempertanyakan apa yang sebenarnya dia rasakan terhadap alvin si
pilot ganteng yang mampu mencairkan kebekuan hatinya.
Diary Pramugari berkisah tentang Cinta,
Kehilangan, Dendam, kerinduan, persahabatan, dan dunia pramugari yang sangat
berbeda dengan pemikiran awam selama ini. Cukup satu kata “ Amazing’’ untuk
menggambarkan kisah jingga dalam novel ini. Alur cerita yang dikemas begitu
apik tanpa meninggalkan kekhasan cara menulis agung webe yang penuh inspiratif,
layak untuk dijadikan teman anda saat menghabiskan waktu senggang. Terdapat
penggambaran suasana berkesan antara jingga dan sang pencipta dalam permenungan
akan perjalanan hidupnya, dapat kita jadikan bahan permenungan dan
pembelajaran. Anda akan sedikit terkejut saat membaca novel ini karena akan
sangat berbeda jauh dengan pemikiran anda saat melihat judul dan covernya. Tapi
disinilah letak keunikan karya Agung Webe ini. Daripada penasaran tidak ada
salahnya jika buku inspiratif ini menambah deretan koleksi buku anda. Selamat
membaca dan berkelana dalam dunia jingga.
|
Komentar
Posting Komentar