Tawa Untuk PelangiKu

Ku tulis kisah ini ketika suara telah tertidur bersama tangisan langit untukmu seseorang yang kusebut pelangi.ahh, bukan!! kamu tak pantas disandingkan dengan pelangi, bintang, atau pun segala sesuatu. Tak ad kata yg mampu menggambarkan semuanya, Cuma hati yang tahu betapa tulusnya aku mencintaimu.

Langit berhenti menangis ketika malam kian menua. Sisa-sisa tangisannya masih terasa, suara kodok-kodok yang berpesta di sepanjang got depan kompleks terdengar sangat jelas. Ku lirik Nokia classic, pukul 01:02 Wib. Ternyata dini hari. Refleks aku segera beranjak dari tempat tidur dan menuju rak buku. beberapa HVS kutarik keluar bersama sebatang pulpen. Harus, harus malam ini sebelum semuanya hilang.
Dan Pulpen itu telah menari begitu lincah menorehkan tintanya, bercerita tentang engkau, yang slalu ada sepanjang hayatku.

12 April 1971, hari kelahiranmu. Tumbuh dan berkembang dalam sebuah keluarga Petani yang keras dan disiplin ikut membentuk karaktermu menjadi sangat disiplin. Meski Ayahmu seorang pagawai dan di juluki mantri pertanian, namun engkau tak pernah di manja. Disiplin, kerja keras dan tanggung jawab menjadi makanan khasmu sehari-hari.
20 tahun berlalu engkau dipinang seorang pemuda. Aku tak tahu bahwa kalian dijodohkan. Nmun, aku tahu sejak pertama dia melihatmu, engkau telah menawan hatinya.Sejak hari itu juga hati kalian disatukan :). 28 oktober 1991, dihadapan pastor janji suci perkawinan kalian berkumandang. Smua yang hadir bahagia, tersenyum dan waktu kembali mengikat cinta sejati. Saat itu aku masih di dunia antah berantah, namun aku tahu disana pun aku telah bahagia melihat kalian.

14 Maret 1993, White Day.
Aku menghirup udara bumi. Rasanya begitu berbeda dengan dunia sebelumnya. Aku takut, namun kalian begitu bahagia dengan kedatanganku. Tak henti-hentinya ciuman penuh kasih mendarat disekujur tubuh mungilku. Meski ketakuta tapi aku tahu Tuhan telah menitipkan kalian Malaikat yang akan menjaga ku selama peziarahanku di bumi ini. Selang beberapa jam, kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Fisikmu Drop. Kulihat Belahan Jiwamu begitu gelisah. Kamu kembali di opname.
Setelah dewasa kini aku tahu. Ternyata membawaku ke bumi sangat menyengsarakanmu. Namun kau hanya tersenyum, buah rahim pertamamu tiba dengan selamat itu sudah cukup bagimu.
"Hampir-hampir mama pergi", itu kata ketika aku memintamu untuk menceritakan kedatangan perdanaku di bumi atau sekedar mengingatkanku ketika aku nakal dan menyakiti hatimu.
Selang 2 tahun berikutnya, kalian memberikanku seorang adik lelaki yang lucu. Rian, 15 februari 1995. Namun sayang karakterku dan dia berbeda 180 derajat. Namun, kembali kalian mempersatukan kami.
2 tahun berikutnya, 28 April 1998 Raymond menyusul kami, dan jadilah aku satu-satunya anak cewek dalam keluarga besar dia. Aku dimanja semua orang. Dia, kakek, nenek, tanta, om dan bahkan orang-orang yang hanya numpang lewat. Kakek sangat menyayangiku, kemana-mana sama kakek dan jadilah aku tinggal dan di asuh oleh orang tua dia. Engkau tak menyukai aku dimanja. Bukan karena benci, namun karena engkau sadar bahwa suatu saat nanti sikap ini akan menjadi boomerang untukku..

----Bersambung---



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sandelwoodpferd des Sudens

“Diary Pramugari : Seks, Cinta dan Kehidupan”

Dan Maret datang lagi ...