Kataga, kembali Memukau (festival lomba seni budaya tingkat Nasional di Yogyakarta
Indonesia
merupakan salah satu negara di dunia yang terkenal dengan segala keindahan
kebudayaannya. sehingga tak mengherankan ketika dengan mudah dapat kita temukan
para pelancong baik yang domestik maupun mancanegara. dari keindahan seni
kerajinan, keindahan tarian, karya sastra, kuliner hingga panorama alamnya yang
begitu memikat. dan pulau dewata sering dijadikan maskot keindahan Indonesia.
Namun Sumba pun mempunyai keindahan yang tak kalah menakjubkan dari pulau
Dewata. terkenal dengan ketangkasan Sandllewood dan keindahan kain tenunnya,
membuat sumba layak diperhitungkan menjadi pulau
wisata.
Manusia memiliki keistimewaan untuk menikmati setiap
keindahan yang diciptakan Tuhan. Sudah sejak lama Sumba
terkenal dengan salah satu Tariannya yang bernama Kataga. Tarian ini merupakan
tarian khas daerah Anakalang dan Wanokaka. Di daerah anakalang Tarian ini di
tarikan oleh 6 orang pria sedangkan di daerah Wanokaka di tarikan oleh lebih
dari enam orang. tarian ini melembangkan keperkasaan, kekuatan, semangat
pantang menyerah dan keindahan permainan kaki dan parang. sehingga tak
mengherankan tarian ini selalu dinnati-nantikan oleh para penonton baik
domestik maupun mancanegara. Kata Kataga sendiri berasal dari kata TAGA
yang mendapat awalan KA yang artinya “Mari kita potong atau pancung” atau bisa
juga Katagahu yaitu kegiatan memotong kepala korban peperangan untuk
mengeluarkan isi otaknya. Tarian ini terinspirasi dari suatu peristiwa perang
antar suku yang berada di Anakalang. Para
prajurit yang berperang berusah mndapatkan kemenangaan dan kemenagaan itu akan
disertai sorak sorai dan pesta kemenagan. ketika pesta itulah para prajurit
yang berani itu memperagakan gerakan-gerakan perang tersebut. Namun seiring
perkembangan Zaman peperangan itu telah berakhir dan di implikasikan dalam
tarian yang kita kenal saat ini.
Pada tanggal 29
oktober - 2 november di Yogyakarta telah
berlangsung festival lomba seni budaya siswa tingkat nasional. Dan untuk daerah
NTT SMK Pancasila-Tambolaka mendapatkan kehormatan secara langsung dari
propinsi untuk mewakili SMK seluruh NTT untuk bertarung dalam perlombaan ini. Para penari berjumlah 9 orang yang terdiri dari 2 orang
wanita dan 7 orang pria. Daud Umbu Rey selaku pendamping para siswa
mengatakan,” bahwa kegitan ini sangat bagus dan perlu ditingkatkan. sehingga
siswa-siswi SMK mampu menunujkkan bakat dan kemampuannya”. Festival ini diikuti
oleh seluruh perwakilan dari setiap propinsi. Ketika para siswa SMK menampilkan
tarian ini, decak kagum dan aplaus meriah terus berdatangan dari para penooton.
Mereka begitu terpesona akan kelincahan para penari. Apalagi ketika leader
penari menriakan teriakan khas payagau dan tebasan parang yang tegas dan
berani. Gerakan-gerakan kaki seperti maju mundur dan gerakan parang yang lincah
mendapatkan perhatian khusus. Meskipun belum memperoleh juara, namun kita harus
tetap berbangga karena Tarian Kataga telah mampu ditampilkan dalam
perlombaan-perlombaan baik tingkat propinsi maupun tingkat mancanegara.
Kedepannya semoga kebudayaan tanah Marapu dapat kita lestarikan hingga anak
cucu yang akan datang. Sehingga Kebudayaaan ini tidak hanya hilang tergerus
arus zaman dan anak cucu yang akan datang tidak hanya mengetahuinya lewat
buku-buku, Internet dan lain sebagainya tentang keindahan dan kejayaan tari
ini. Red-Matilda Angelina Inna- UNY
Komentar
Posting Komentar