Pakayaka dan Instrumen Marapu di Kota Gudeg Festival Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta 3-5 Oktober 2

Mahasiswa tidak hanya identik dengan akademik dan IPK, namun juga dalam berorganisasi dan berkreasi. Sama halnya dengan yang dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswi dari Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW). Para mahasiswa ini turut berpartisipasi dalam memeriahkan Festival Fakultas Bisnis UKDW (B’fest). Festival ini merupakan Festival tahunan dari Program jangka panjang Fakultas Bisnis UKDW. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari mulai dari tanggal 3-5 oktober 2012 dan diwarnai oleh aksi-aksi meriah dari para peserta. K-Pop dance, seminar, english fast merupakan beberapa rangkaian kegiatan yang berlangsung selama B’fest. Ajang tahunan ini tidak hanya diwarnai oleh kegiatan seputar bisnis dan akademik, tatapi juga mengusung nilai budaya. Salah satunya adalah kepercayaan yang diberikan kepada organisasi mahasiswa sumba UKDW (sandllewood) untuk berpartisipasi dalam memeriahkan festival tersebut. Organisasi Sandllewood di bawah asuhan ketua Risky Sanjaya Tarapanjang ini menampilkan 2 tarian khas sumba, yaitu Woleka dan Kataga sumba.

Tarian yang dibawakan oleh putra-putri marapu tersebut sangat memukau dan menghipnotis para hadirin yang berada dalam acara tersebut. Untuk beberapa saat atmosfer ruangan tersebut seketika juga sangat kental dengan nuansa sumba. Payagau dan Kayaka serentak menggempar gedung Agape tempat  kegiatan tersebut dilaksanakan. Bunyi tambur dan gong berpadu dengan gerakan lincah para penari menghanyutkan suasana pada saat itu, seolah-olah semua orang yang menyaksikan tarian tersebut sedang berada di sumba.
Decak kagum dan uplause yang meriah dari para penonton membahana seketika setelah tarian usai. Sungguh tarian yang sangat luar biasa dan mempesona. Mahasiswa sandllewood sumba UKDW sangat berbangga mampu menampilkan kebudayaan sumba ditenga seluruh hadirin yang berasal dari hampir sebagian Nusantara. Setidaknya mereka mengetahui bahwa Sumba itu ada dan merupakan bagian dari Indonesia. Bahkan beberapa penonton yang belum pernah mendnegar tentang sumbapun menjadi takjub dan terpesona oleh keindahan tarian yang dibawakan. Ha ini membuktikan bahwa sumba mampu bangkit walaupun hanya sebuah pulau kecil.
Semoga eksistensi dan semangat dari putra-putri sandllewood UKDW mampu menginspirasi dan memotivasi putra-putri tanah marapu lainnya yang sedang menuntut ilmu diberbagai perguruan tinggi yang berada di kota pelajar ini. Sehingga kita dapat berpartisipasi bersama dalam membangun budaya dan pulau tercinta kita Tanah Marapu. SEMANGAT mahasiswa Sumba Yogyakarta, gaungkan semangat payagau dan persaudaraan kita. Red-Mathilda Angelina Inna(UNY) dan Katarina S.P. Bon Yunior(UKDW) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sandelwoodpferd des Sudens

“Diary Pramugari : Seks, Cinta dan Kehidupan”

Dan Maret datang lagi ...