Pakayaka dan Instrumen Marapu di Kota Gudeg Festival Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta 3-5 Oktober 2

Tarian yang dibawakan oleh
putra-putri marapu tersebut sangat memukau dan menghipnotis para hadirin yang
berada dalam acara tersebut. Untuk beberapa saat atmosfer ruangan tersebut
seketika juga sangat kental dengan nuansa sumba. Payagau dan Kayaka serentak
menggempar gedung Agape tempat kegiatan
tersebut dilaksanakan. Bunyi
tambur dan gong berpadu dengan gerakan lincah para penari menghanyutkan suasana
pada saat itu, seolah-olah semua orang yang menyaksikan tarian tersebut sedang
berada di sumba.
Decak kagum
dan uplause yang meriah dari para penonton membahana seketika setelah tarian
usai. Sungguh tarian yang sangat luar biasa dan mempesona. Mahasiswa
sandllewood sumba UKDW sangat berbangga mampu menampilkan kebudayaan sumba
ditenga seluruh hadirin yang berasal dari hampir sebagian Nusantara. Setidaknya
mereka mengetahui bahwa Sumba itu ada dan merupakan bagian dari Indonesia.
Bahkan beberapa penonton yang belum pernah mendnegar tentang sumbapun menjadi
takjub dan terpesona oleh keindahan tarian yang dibawakan. Ha ini membuktikan
bahwa sumba mampu bangkit walaupun hanya sebuah pulau kecil.
Semoga
eksistensi dan semangat dari putra-putri sandllewood UKDW mampu menginspirasi
dan memotivasi putra-putri tanah marapu lainnya yang sedang menuntut ilmu
diberbagai perguruan tinggi yang berada di kota pelajar ini. Sehingga kita dapat
berpartisipasi bersama dalam membangun budaya dan pulau tercinta kita Tanah
Marapu. SEMANGAT mahasiswa Sumba Yogyakarta, gaungkan semangat payagau dan
persaudaraan kita. Red-Mathilda
Angelina Inna(UNY) dan Katarina S.P. Bon Yunior(UKDW)


Komentar
Posting Komentar