Surat untuk ayah #3

14-03-2013 24:00 Wib
 Hallo ayah....
apakabar???? lama tak bersapa dan berjumpa denganmu. apa kabar?? apakah disana mengasyikkan??
hehehehe.. I miss u :) ..
hampir setahun tak berkirim surat denganmu.. apakah engkau merindukanQ??
masihkah engkau melihatku dari sana?? merasakan semua perasaan yang kualami??
hehehehe...hari ini je cuma mau ayah sebentar saja kesini, sehingga tak perlu surat-suratan..
hahaha...Je ulang tahun, yang ke 2o.
yupzz papa,, jetzt, bin ich 20 jahre alt. hahaha Dewasa dan semakin tua.  tidak seperti dulu lagi, 11 tahun yang lalu. saat engkau pergi, aku masih bgtu kecil dan rapuh, 11 tahun...
dan hari ini je berusia 20 tahun..
tak ada yang istimewa, semuanya bahagia dalam kesedrhanaan..
je sangat merindukanMu.
maukah engkau tetap menjagaku?? sekalipun mungkin aku sdah menyakiti hatimu??
janji bakung itu, masih utuh. meski tak sepenuhnya, terpenuhi..
Maafkan aku ...
I will remember it,vatti :) ,,
I believe you''ll protect me,3 tuyul and mama..
happy birthday je, papa luv you :)

15-03-2013 04:25 Wib
Hey,, hari ini genap 9 tahun engkau pergi... hanya beda sehari dari tgl kelahiranku.
mahgrib nanti, mungkin kisah itu akan terulang dalam memori masa kecilku..
maafkan aku, ritual ini tak akan pernah berhenti. aku masih menginginkanmu, meski tak berwujud.
masih ingin merasakan pelukan hangat penuh cintamu, dan ciuman mesra milik kita..
apa kabar ayah???
long time no see you. my heart missing you so mucchhh :(
can you hear it??
I want you know, I love you every time, every where I go.
Ich Vermisse dich so sehr..
Lieber Vatter, Fransiskus M. Ngongo...
Hug me :*

Walaupun  ayah tak berada di sampingku, namun  aku tahu engkau tak pernah lelah menjagaku. Aku menyayangimu, tak ada yang mampu menyamai kasih sayangku.
Terimakasih ayah untuk lagu itu. Aku sangat bangga dan bahagia pernah memiliki seorang ayah sepertimu. Sampaikan salamku untuk Tuhan dan penghuni surga lainnya.^o^ hehehehe..
                                                                   Peluk  dan cium sayang
                                                                   Je Malaikat Kecilmu
          Kudekap surat ayah penuh cinta. Meskipun surat itu tak pernah terkirim, tetapi aku cukup bahagia dapat melepaskan rasa rinduku untuk ayah. Aku tak tahu sampai kapan kebiasaan ini akan berlangsung. Yang terpenting bagiku ayah bahagia selalu dan terus menempati hatiku.
“Tenanglah tenang ayah di sampingmu selalu, ada menjagamu
 tenanglah tenang ayah di sisimu, selalu ada menuntunmu
 jangan pernah ragu untuk meraih angan dan mimpimu
teruslah melangkah inilah waktumu
ayah akan selalu menjagamu”.
            Kata-kata inilah yang terus membuatku mampu bertahan dan kembali bersemangat menjalani hidup ini. Aku percaya suatu saat nanati akan tiba waktunya aku dapat bersua kembali bersama ayah.

                                                                                  Gejayan Strasse, 2013

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sandelwoodpferd des Sudens

“Diary Pramugari : Seks, Cinta dan Kehidupan”

Dan Maret datang lagi ...