Sebagai bangsa yang terdiri dari
berbagai suku, pulau, bahasa,dan adat istiadat yang berbeda, Indonesia tentu di
kayakan akan berbagai kebudayaan yang sangat luar biasa. Bahasa, seni, agama
dan kepercayaan, SDA yang melilmpah, hingga keragaman bahasa ibu yang begitu
khas. Walaupun demikian bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa pemersatu,
sekalipun setiap derah dan suku memiliki berpuluh-puluh bahkan beratus-beratus
bahasa ibu. Indonesia sangat menjunjung budaya timur yang kental akan nilai
kesopanan dan penghargaan akan budaya, alam dan sesama yang sangat tinggi.
Hal ini sangat bertolak belakang jika
dibandingkan dengan kebudayaan masyarakat jerman. Pada umumnya masyarakat
jerman adalah tipikal masyarakat yang keras, sibuk, serba cepat dalam melakukan
sesuatu, tepat waktu dan pekerja keras. Kebudayaan jerman sangat kental
dipengaruhi budaya barat. Jika dibandingkan dengan bangsa Indonesia, maka akan
sangat kontras kedua kebudayaan bangsa tersebut. contoh konkritnya adalah dapat
dilihat dari cara berpakaiannya. Kebanyakan budaya timur cara berpakaiannya
tertutup, sedangkan di jerman orang bisa dengan santainya menggunakan Hot pant dan Tank Top saat bepergian
ditempat umum. Selain itu juga orang jerman bisa dengan mudah saling bermesraan
ditempat umum. Hal ini tentu sangat bertolak belakang dengan budaya timur yang
sangat memperhatikan norma dan aturan yang berlaku dalam kehidupan
bermasyarakat. Namun, orang jerman juga akan sangat aneh dengan beberapa kebudayaan
di Indonesia yang diluar kebiasaan. Contohnya : kerlambatan yang sangat jauh
dari batas toleransi. Jika dalam undangan sebuah pesta jam mulainya sekitar
pukul 19:00 Wib, maka orang-orang akan mulai berdatangan 15 menit atau 30 menit
bahkan lebih dari waktu yang disediakan. Hal itu sudah menjadi budaya dalam
masyarakat Indonesia, meskipun secara terang-terangan tidak diakui sebagai
kebudayaan.
1. Peran bahasa dalam mempelajari budaya Indonesia dan
jerman
Sering kita tidak menyadari peran bahasa dalam
kehidupan sehari-hari. Coba bayangkan jika tak ada bahasa. Apa yang akan
dilakukan seseorang jika ingin mengexpresikan apa yang diinginkannya? Atau sekedar
mengungkapkan apa yang ada dalam benaknya? Untuk itulah bahasa sangat penting.
Apalagi dalam mempelajari kebudayaan suatu bangsa. Mempelajari bahasa tentu
juga mempelajari kebudayaan yang ada pada masyarakat tersebut, sehingga bahasa
dan kebudayaan saling bergantungan. Menurut Gorys Keraf salah satu peran
penting bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Melalui komunikasi, kita dapat
mengutarakan pendapat, bertanya, tentang apa yang kita piukirkan dan rasakan.
Serta dapat mempelajari hal-hal yang telah dilalui oleh para pendahulu kita.
sehingga hal-hal yang memiliki prospek positif dapat kita terapkan untuk
memajukan nilai dan mutu kehidupan selanjutnya. Sehingga ketika mengetahui
bahasa bangsa tersebut dengan sendirinya kita akan mampu mempelajari kebudayaan,
adat-istiadat dan kebiasaan-kebiasaan yang ada pada bangsa tersebut. Hal-hal
yang bersifat positif dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari dan yang
paling penting adalah tidak terjadi shock culture atau kekagetan budaya. Selain
itu juga kita akan lebih mudah menghargai dan menerima perbedaan kebudayaan
tersebut.
2.
Culture shock atau gegar budaya akibat kurangnya pemahaman akan budaya lain. Culture shock atau
gegar budaya adalah hal yang
nyata. Ia terjadi di mana saja, sangat terasa dan biasanya datang tiba-tiba.
Makanya disebut shock! Contohnya adalah jika anda mendapatkan
beasiswa ke Jerman, otomatis selain mempesiapkan penguasaan bahasa juga harus
mempelajari budaya yang ada agar saat disana tidak mengalami culture shock atau
geger budaya. Seringkali walaupun sudah mempelajari kebudayaan tersebut
orang-orang masih mengalami perasaan berbeda saat berada disana. Hal ini
manusiawi, karena kebudayaan yang ada didepan mata, sangat jauh berbeda denga
apa yang sdah di peroleh dari kecil dinegara asalnya. Ada
empat tahapan timbulnya culture shock:
Tahapan pertama yaitu the honeymoon phase, suatu
tahapan di mana kamu akan merasa bahagia setibanya di negara yang baru, apalagi
yang belum pernah kamu kunjungi sebelumnya.
Tahap kedua, the crisis phase,
yaitu perbedaan di negara baru tidak pas baik itu makanannya, logat yang susah
dimengerti, kebiasaan jual beli dan merasa kesepian. Hal tersebut hanya membuat
kamu merasa terasing dari lingkungan. Namun kamu akan segera melaluinya jika
mampu menyesuaikan diri dengan baik.
Tahap ketiga, the adjustment phase. Dalam fase ini,
kamu sudah mulai bisa berinteraksi dengan lingkungan di negara baru.
Tahap keempat, bi-cultural phase, kamu merasa nyaman
hidup dengan dua kebudayaan sekaligus. Ini merupakan indikasi bagus, karena
kamu telah berhasil melalui suatu seleksi alam kecil. Namun ada pula mahasiswa
yang terlalu memuja kebudayaan asing sehingga ketika pulang ke negeri sendiri,
ia malah merasa asing kembali. Untuk itu harus ada keseimbangan antara memahami
kebudayaan tanpa meninggalkan identitas kita sebagai bangsa Indonesia.
3.
Cara-cara meangatasi culture
shock
Mempelajari bahasa dari Negara yang dituju, selain itu juga
mempelajari kebudayaan, adat-istiadat atau kebiasaan yang ada pada Negara
tersebut sehinggatidak terlalu shock saat saya berada disana. Beradaptasi dan
berbaur dengan teman dan kebudayaan yang baru. Dan yang terutama, jangan pernah
melupakan kebudayaan dan jati diri bangsa asal kita.
4. Penerapan sisi positif kebudayaan jerman dalam
kehidupan di Indonesia
Kebudayaan barat tidak melulu selalu bersifat
negative. Namun beberapa kebudayaan jerman sangat bagus jika diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari.
Beberapa contohnya adalah sebagai tersebut :
a) Budaya membuang sampah
budaya
membuang sampah di jerman sangat jauh berbeda dengan di Indonesia. Jika di
Indonesia dengan mudah dapat kita jumpai tumpukan sampah hamper di seluruh
pandangan mata kita terdapat sampah dimana-mana. Berbeda halnya di jerman yang
pembuangan sampahnya sangat teratur dan bersih. Setiap sampah dipisah sesuai
jenisnya, dan dibuang sesuai tempat jenis sampahnya. Sehingga jerman begitu
sangat bersih dan nyaman. Mungkin bagi penduduk Indonesia, proses membuang
sampah di Jerman terlihat sangat ribet. Namun sesungguhnya hal tersebutlah yang
terbaik.
b) Disiplin Waktu
Pepatah
yang mengatakan waktu adalh uang mungkin sangat cocok diperuntukan bagi
masyarakat jerman. Mereka sangat mengahargai waktu dan disiplin tinggi. Hal ini
terjadi karena jika mereka sampai terlambat 1 menit saja maka mereka akan
kehilangan kereta, lambat kekantor dan lain sebagainya. Itulah sebabnya
mengapa orang jerman sangat menghargai
ketepatan waktu. Hal ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di
Indonesia yang sangat terkenal denga budaya jam karetnya.
c) Sekolah

System sekolah di jerman dapat diterapkan di
Indonesia. System sekolah di jerman sangat bagus karena setiap anak diarahkan
pada bakat dan kemampuannya. Yang mempunyai nilai tertinggi akan melanjutkan ke
Gymnasium, sedangkan yang tingkatan kedua menuju Real schule dan yang ketiga
Hauptschule. Lulusan gymnasium langsung melanjutkan ke Universitas, sedangkan
Real Schule dan Hauptschule langsung menuju sekolah khusus untuk langsung
bekerja, yaitu Beruf Schule. Dengan demikian anak-anak sudah diberi bekal yang
sesuai untuk kehidupan selanjutnya.
d) System Transportasi
System transportasi di Jerman sangat canggih dan
teratur. Seharusnya pemerintah Indonesia menerapkannya di Indonesia, sehingga
angka kepemelikan kendraan semakin berkurang karena fasilitas transportasi
lebih nyaman dan bersih.
e) Tata kota dan lingkungan
Sekalipun jerman Negara maju, namun orang-orangnya
sangat sadar akan kebersihan dan keadaan lingkungannya. Tata kota yang apik dan
lingkungan yang nyaman dan bersih.
Inilah beberapa contoh kebudayaan jerman yang sangat
baik jika diterapkan di Negara kita,. Masih banyak sisi positif dari kebudayaan
jerman, seperti hal memberi menggunakan tangan kiri. Di Indonesia menggunakan
tangan kanan. Cara menyapa dan selalu mengucapkan terimakasih dan maaf atas
suatu hal. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya penghargaaan terhadap budya
asing tanpa membeda-bedakan. Semakin banyak keragaman semakin indah dunia ini
akan perbedaan. Karena perbedaan itu yang menyempurnakan keberagaman yang ada.
Komentar
Posting Komentar