1-02-2012, 00:00 Maaf,,Cuma itu isi smsmu. setelah lama aku menunggu hingga malam kian meninggi. Lagi! aku yang harus menangis, aku yang harus dipersalahkan, dan aku yang menjadi penyebab semua ini. Sekali lagi kupandangi HP ini, berharap ada pesan lain yang mungkin tersembunyi saking bernapsunya aku membuka pesanmu. Nihil!! Layar HP itu seolah tersenyum mengejek setelah kesekian kalinya kulirik dengan gelisah. aaarrrrrrggggghhhhh!!! Ingin kubanting saja semuanya. Tapii lagi-lagi dan lagi aku cuma bisa menghela napas berat berharap bongkahan batu yang menyesaki jalur pernapasanku dapat terlempar keluar dan pecah berserakan seperti jutaan pasir di pantai. Malam kian meninggi bersama kegelisahanku yang tak kunjung reda. 07-02-2012, 11:20 Seminggu setelah kejadian malam itu. Kau tidak juga berusaha menghubungiku, membuatku kian tenggelam dalam lautan kegelisahan yang dalam. Kulihat kamu ketika berpapasan menuju perpustakaan pagi...
Komentar
Posting Komentar